Kenali gaya belajar mu

Terkadang kita selalu salah mengartikan istilah ini karena kita tidak tahu dan tidak paham apa makna dari istilah tersebut. Ketika belajar, kita sering ditanya tentang bagaimana gaya belajar kita. Spontan kita akan menjawab, saya belajar dengan duduk yang baik, mendengarkan sambil menulis kemudian sambil mendengarkan musik atau lagu-lagu dan tak jarang kita menyebutkan, saya selalu belajar dengan menghafal sambil berjalan, saya lebih bisa belajar secara individu dari pada berkelompok, dan lain sebagainya. Apa yang disebutkan itu adalah indikator dari gaya belajar itu sendiri. Gaya belajar adalah kombinasi dari bagaimana seseorang menyerap dan kemudian mengatur serta mengolah informasi. Secara umum, gaya belajar menurut (Porter : 2000) dibagi dalam dua ketegori. Pertama, bagaimana kita menyerapinformasi dengan mudah (modalitas). Kedua, cara kita mengatur dan mengolah informasi tersebut (dominasi otak).

Mengenali gaya belajar merupakan hal yang sangat penting yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Hal ini karena, ketika kita tahu dengan benar bagaimana gaya belajar kita, maka kitaakan mudah menerima ilmu atau pelajaran yang akan disampaikan. Sebagai seorang guru, kita harus mengenal siapa siswa kita sebenarnya. Mulai dari latar belakang keluarga sampai cara mereka belajar. Hal ini perlu dipelajari dan dipahami dengan baik oleh guru sehingga dapat menyesuaikan metode, strategi atau tekhnikyang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Sebagai seorang guru, kita tidak boleh egois dengan gaya belajar yang kita miliki. Terkadang kita sering berasumsi bahwa mereka yang harus meniru atau menyesuaikan dengan gaya belajar kita. Pernyataan itu sering kita dengar bahkan mungkin kita semua beranggapan memang seperti itu seharusnya. Ketika anggapan itu ada di semua fikiran guru-guru yang menamakan dirinya seorang pendidik maka kita khawatir kapan kita akan menjadi guru yang ditunggu dan dirindukan.

Guru akan ditunggu dan dirindu bukan hanya karena dia seorang yang pintar dan menguasai semua bidang dengan baik atau yang kita kenal dengan istilah profesional. Tetapi karena mengajarnya mengesankan dan membekas di hati. Cara itu didapat hanya dengan mengenal kecendrungan belajar siswanya. Ketika guru tidak kenal dengan gaya belajar siswanya maka proses pembelajaran akan monoton atau terpaku dan kesannya apa yang kita sampaikan hanya itu-itu saja. Tidak ada variasi sama sekali.

Penyesuaian antara gaya belajar siswa dan guru harus segera dipadukan. Karena ketika guru merasa nyaman menyampaikan materi maka siswa akan mudah menerima informasi yang diberikan. Untuk memulai mengenali gaya belajar siswa, kita hanya butuh sedikit waktu dengan melakukan test pada awal pertemuan. Seperti membuat beberapa list atau daftar indikator, kemudian kita bagikan kepada siswa dan mereka diharuskan memilih setiap indikator tersebut. Kemudian kita akan menganalisa hasil dari kecenderungan yang tampak dari masing-masing siswa. Data yang kita peroleh haruslah benar-benar kita aplikasikan, bukan hanya sekadar pengisi waktu yang mungkin sering kita lakukan. Hasil inilah nantinya yang menjadi dasar dalam memilih variasi-variasi yang sesuai atau pantas kita gunakan dalam pembelajaran.

Kecenderungan dalam belajar atau lebih sering kita sebut dengan gaya belajar secara modalitas itu ada tiga, yaitu visual, auditori dan kinestatik. Siswa visual tampak fokus kepada gambar-gambar yang kita tampilkan, dan biasanya siswa seperti ini sangat gemar membaca. Sedangkan yang kedua adalah gaya belajar auditori. Gaya belajar ini lebih mengedepankan indra pendengaran, yaitu telinga. Maka kita akan menemukan beberapa siswa yangkurang memperhatikan tapi mereka bisa berkosentrasi dengan baik ketika mendengarkan penjelasan yang kita berikan. Sedangkan untuk kinestatik biasanya siswa akan memperhatikan semua gerak gurunya. Kalau belajar biasanya mereka sangat aplikatif dalam artian akan lebih mudah paham ketika diajak praktik secara langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *