Guru yang merindukan

Cerita ini sebenarnya merupakan pengalaman seorang guru yang diharuskan untuk memilih antara dua hal yang sangat penting dalam hidupnya. Banyak hal yang ia lakukan sebelum sampai pada keputusan terakhir dengan meningalkan salah satu diantaranya. Keputusan yang diambil amat berat dan membuat hatinya menangis karena begitu banyak kenangan yang telah terbina dan canda tawa yang sudah membekas dihati. Ini adalah salah satu kado terindah dari siswa untuk gurunya. Foto dari lukisan itu sangat sederhana sekali, namun arti dan maknanya sungguh sangat mendalam dan tidak bisa dimengerti oleh semua orang. Dan pastinya akan selalu tersimpan dalam hati dan pikirannya.

Kita sudah tidak asing lagi denganistilah. Apa lagi guru sudah menjadi figur yang sering dibicarakan, mulai dari hal-hal baik sampai kepada hal-hal buruk yang mungkin pernah dilakukan oleh seorang guru. Terlepas dari semua itu, guru memiliki peran atau andil yang besar dalam kehidupan seseorang. Jasa dan pengorbanan guru tidak akan pernah terbalaskan, sama halnya jasa kedua orang tua kita. Guru merupakan orang tua kedua kita disekolah, kita bisa mengadu dan bermanja padanya. Tanpa kita sadari tugas dan tanggungjawab guru itu sangat besar. Mereka sebenarnya berada pada posisi yang sama dan satu tujuan dengan orang tua kita, yaitu menjadikan anak didiknya cerdas. Baik akal maupun emosional.

Namun, tak jarang kita mendengar mereka saling menyalahkan satu sama lain. Seperti misalnya, kita mendengar keluhan orang tua, “apa yang dilakukan guru disekolah, kok anak saya tidak bisa ini tak bisa itu? kemana aja gurunya?” Pertanyaan ini sering terlontarkan dari orang tua kita yang merasa dirugikan oleh sekolah atau guru. Sebaliknya kita sebagai guru akan menambahkan atau menjawab dengan ucapan, “anaknya saja yang bodoh, toh ternyata siswa lain bisa menjawab”Ini yang kita dengar dari guru. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya komunikasi antara orang tua dan guru dalam membina dan memberi tunjuk ajar kepada anaknya sebagai orang tua, dan anak didiknya sebagai seorang guru. Ketika hal ini tidak cepat teratasi maka buramlah potret pendidikan kita. Ketika orangtua mengeluh itu wajar, tapi tak wajar kita sebagai guru berkeluh kesah karena kita sudah didukung oleh latarbelakangpendidikan yang memang menganjurkan kita untuk saling menguatkan dan selalu dilindungi oleh kode etik. Untuk menggapai tujuan pendidikan kita harus berjuang bersama, baik orang tua, guru dan semua stakeholder terkait.

Berbicara masalah pendidikan, sangat menarik sekali karena banyak hal yang bisa kita bahas, mulai dari hal-hal kecil sampai hal-hal besar yang bisa kita cermati. Lebih-lebih lagi yang berhubungan dengan guru karena kunci keberhasilan siswa atau anak didik kita disekolah adalah Guru. Guru yang bisa membina dan melatih generasi masa depan di sekolah. Sebagai guru, kita harus banyak belajar. Apalagi melihat dunia pendidikan kita saat ini, sudah semakin mengkhawatirkan dengan adanya oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab di dalamnya. Jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang kita miliki saat ini. Karena ketika haus akan ilmu, kita akan mengusahakan segala macam upaya untuk berkembang dan berkarya sehingga menjadi guru yang profesional, yang selalu dinantikan dan ditunggu kehadirannya oleh peserta didik atau siswanya.

Sebenarnya kita lebih sering mendengar sebuah ungkapan tentang guru yang dirindukan, bukan guru yang merindukan. Tetapi disini kita akan membahas tentang guru yang merindukan. Kendengaranya sedikit janggal, namun ini sebenarnya hanya timbal balik antara keduanya. Ketika ada yang rindu pasti ada yang merindukan. Semua kita pasti setuju dengan pernyataan tersebut. Banyak aspek yang harus dijalani untuk menjadi guru yang dirindu tetapi kita hanya butuh satu kata untuk menjadi guru yang merindukan, yaitu cinta.

Setiap orang memiliki persepsi yang berbeda dalam mengartikan istilah tersebut. Ada yang menyebutkan, cinta itu ketika tidak bertemu kita akan rindu, ketika sudah tiada kita akan merasa kehilangan, dan ketika jauh akan dikenang-kenang. Semua orang memiliki cinta. Orang yang memiliki cinta selalu merasa bahagia. Pada kesempatan ini, kita berbicara tentang cinta seorang guru terhadap siswanya. Bukan cinta yang orang kebanyakan maksud atau cinta antara seorang dewasa dengan lawan jenisnya atau cinta antara seorang laki-laki dan perempuan.

Cinta yang akan kita bicarakan disini adalah gambaran seorang guru yang memiliki rasa kasih sayang, peduli dan bertanggungjawab terhadap profesi yang diamanahkan. Dengan semua kemampuan dan kebahagiaan yang ia miliki. Kita bisa berasumsi bahwa guru itu unik karena bisa menyembunyikan perasaan hati dengan baik. Terkadang guru bisa tersenyum-senyum sendiri hanya dengan melihat tingkah siswanya yang menurut orang kebanyakan biasa-biasa saja. Untuk melihat kebahagian yang terpancar diraut wajah siswa, guru harus melakukan banyak hal, diantaranya adalah mengontrol emosi dan selalu berfikiran baik terhadap siswanya. Kedua aspsek itu sangat erat hubunganya, terutama dalam proses belajar mengajar.Mengingat banyak hal yang harus diperhatikan seorang guru maka tak jarang. Profesi  itu sering ditakuti oleh kaum muda saat ini. Mereka merasa belum siap untuk menggunakan hatinya dalam mengajar. Namun ketika hatinya sudah terpaut dengan profesi ini, maka sesungguhnya akan sulit untuk melepaskannya. Kita sebagai orang dewasa hanya butuh memberikan keyakinan dan kepercayaan kepada mereka bahwa kelak mereka mampu melakukannya. Ketika itu dapat kita kuasai maka kita akan lebih sering melihat senyuman dari pada tangisan. Kita akan lebih sering ditunggu dibanding menunggu, dan kita akan lebih banyak dicintai daripada mencintai. Suatu saat, semua itu akan terjadi dan dialami oleh semua orang yang berprofesi sebagai guru.Sehingga hal-hal aneh yang saat ini dilakukan tidak lagi menjadi janggal karena banyak hal-hal aneh yang dilakukan oleh guru tersebut ketika rindu, diantaranya dengan sengaja mengunjungi siswanya, melihat foto kebersamaa, dan tak jarang guru juga bercerita tentang kenangan mereka dimasalalu. Kita bisa menyebutkan, mungkin dia itu belum move on kalau bahasa orang zaman sekarang. Namun itulah realita yang dirasakan oleh seorang guru. Ternyata rindu itu luar biasa, membuat seseorang tidak lagi berfikir secara rasionaltetapi lebih mengedepankan hatinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *