Aku Bisa Menulis

percaya dengan apa yang aku yakini. Semua orang bisa mengungkapkan perasaannya melalui tulisan. Hanya saja, tidak semua orang faham dengan baik tentang apa yang ingin digambarkan dalam tulisannya. Karenanya, sering kita mendengar istilah salah pemahaman atau salah persepsi. Salah faham sebenarnya bisa berdampak kurang baik terhadap seseorang, baik penulis sendiri maupun pembaca. Ketika kita mengatakan, saya faham apa yang kamu maksud. Tetapi, apakah yang kita fahami itu benar-benar yang dimaksud oleh penulis?

Menulis itu butuh proses dan bisa dijalani secara bertahap dan perlahan. Setiap orang memiliki gaya tersendiri untuk menulis. Dan cara yang digunakan terkadang sangat tidak masuk akal atau di luar pemikiran orang. Namun itulah style orang tersebut. Tak jarang kita mendengar orang berkata “saya tak faham yang ingin penulis sampaikan melalui tulisannya”. Atau istilah, “entah apa-apa yang penulis itu tulis, tak nyambung sama sekali”, atau “tulisan itu tidak ada isinya sama sekali”. Banyak statement yang sering kita dengar dari pembaca. Justru, keluhan itulah yang menjadikan tulisan semakin sempurna, berisi, berbobot dan berkualitas.

Untuk sampai pada tahap itu, banyak proses yang harus dilewati dan banyak pula komentar yang akan harus didengar. Untuk maju, kita akan mengalami banyak rintangan dan hambatan yang menjadikan kita akan semakin kuat dengan berbagai komentar dan keluhaan di kemudian hari.

Tulisan yang kita buat terkadang hanya bisa dimengerti oleh kita sendiri, itu hal yang wajar karena cara pandang dan cara fikir kita pasti berbeda. Terlepas dari semua perbedaan itu, satu konsep yang harus kita percaya adalah menulis itu membuat seseorang mampu mengekspresikan perasaan yang mungkin tak bisa diungkapkansecara langsung. Menulis juga membuat orang mengingat kembali kejadian dimasa lalu. Coba saja kita bayangkan, seandainya tidak ada seseorang yang menuliskan sejarah masa lalu, apakah generasi atau kita saat ini tahu apa yang telah terjadi dimasalalu? Jawabannya pasti tidak. Jadi, penting bagi kita untuk menuliskan apa yang kita pahami. Merangkai setiap pemikiran menjadi kalimat-kalimat yang memiliki makna agar suatu saat dibaca oleh orang lain.

Kebermaknaan dalam menulis itulah yang sulit dicapai karena setiap orang memiliki tujuan yang berbeda dalam menulis. Ada yang mengatakan, aku menulis hanya untuk suka-suka saja, aku menulis untuk mencapai tujuanku, aku menulis untuk menghilangkan stress, dan banyak lagi alasan-alasan yang membuat orang menulis. Apapun alasan dan tujuannya tidak masalah. Intinya adalah seseorang menulis karena dia butuh dan peduli. Rasa butuh inilah yang terkadang bisa membuat seseorang menulis setiap waktu. Mulai dari merangkai kata menjadi kalimat sampai dari kalimat menjadi paragraf-paragraf. Ketika sudah kecanduan menulis, kita tidak lagi bisa berhenti untuk mengungkapkan semua pemikiran atau konsep yang kita fahami supaya orang lain bisa membaca dan tahu apa yang ingin kita sampaikan melalui tulisan itu. Bahasa tulisan itu sebenarnya sangat indah sekali karena kita tak perlu merasa takut orang merasa tersinggung dengan tulisan kita. Walaupun ada, kita tidak akan melihat ekspresinya secara langsung.

Berbicara tentang ekspresi, sebenarnya sedikit sulit karena setiap kita memiliki gaya yang berbeda dalam mengekpresikan sesuatu. Tapi penting bagi kita untuk tahu bahwa, sebaik-baiknya orang adalah dia yang mengekspresikan mimik wajah yang sebenarnya supaya orang lain tahu bagaimana kondisi yang sebenarnya. Misalnya ketika marah ya menunjukkan raut wajah yang sedang marah, ketika sedih juga menampakkan wajah sedang tidak bahagia, begitu seturusnya. Jangan sampai ada orang yang menyebutkan kita tak bisa berekpresi atau kita tak punya ekspresi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *